Sudah Berakhir
Aku tidak bermaksud membencimu.
Juga tidak pernah berniat untuk dendam kepadamu.
Aku hanya membenci diriku ketika tiap kali bertemu kamu masih menyimpan rasa di dada.
Aku masih saja tak mampu menatap matamu sebagai mata orang lain.
Aku masih saja tidak bisa bicara
kepadamu dengan nada suara untuk
orang lain.
Itulah mengapa setiap kali bertemu kamu, aku selalu memperpendek waktu.
Aku memilih mencari alasan.
Memilih berbohong kepadamu agar pertemuan kita tidak berlangsung lama.
Setiap kali bertemu kamu lagi, aku selalu memperbaiki raut wajah
berkali-kali.
Memasang mimik muka yang pas sebagai orang asing.
Mencari nada suara yang pas sebagai orang lain.
ltulah alasan mengapa setiap kali
bertemu kamu, aku lebih banyak
memalingkan muka.
Aku lebih banyak diam daripada bicara.
Karena, setiap kali kamu menatapku, setiap kali kamu membalas ucapanku, aku harus berkali-kali menekankan kepada hatiku.
Aku tidak akan mengulangi jatuh cinta lagi kepadamu.
Semuanya sudah berakhir
dan tidak akan pernah aku mulai lagi.
Juga tidak pernah berniat untuk dendam kepadamu.
Aku hanya membenci diriku ketika tiap kali bertemu kamu masih menyimpan rasa di dada.
Aku masih saja tak mampu menatap matamu sebagai mata orang lain.
Aku masih saja tidak bisa bicara
kepadamu dengan nada suara untuk
orang lain.
Itulah mengapa setiap kali bertemu kamu, aku selalu memperpendek waktu.
Aku memilih mencari alasan.
Memilih berbohong kepadamu agar pertemuan kita tidak berlangsung lama.
Setiap kali bertemu kamu lagi, aku selalu memperbaiki raut wajah
berkali-kali.
Memasang mimik muka yang pas sebagai orang asing.
Mencari nada suara yang pas sebagai orang lain.
ltulah alasan mengapa setiap kali
bertemu kamu, aku lebih banyak
memalingkan muka.
Aku lebih banyak diam daripada bicara.
Karena, setiap kali kamu menatapku, setiap kali kamu membalas ucapanku, aku harus berkali-kali menekankan kepada hatiku.
Aku tidak akan mengulangi jatuh cinta lagi kepadamu.
Semuanya sudah berakhir
dan tidak akan pernah aku mulai lagi.
Judul nya apa ya?
BalasHapus