Cukup Lukanya Cukup
Setelah apa yang pernah aku alami.
Setelah semua perasaan sakit aku lalui.
Aku mengerti, aku memang tidak akan pernah ingin kamu kembali.
Meski sejujurnya, di hatiku selain masih ada luka, tetap saja ada cinta. Perasaan yang terlalu susah untuk habis kepadamu.
Berkali-kali aku membunuhnya, berkali lipat ia tumbuh di dada.
Hal yang akhirnya membuatku tidak ingin bertemu kamu lebih sering
lagi.
Hal yang akhirnya membuat aku
memilih menghindari apa saja yang
berkaitan dengan kamu.
Sebab, saat kamu memilih pergi waktu itu, separuh jiwaku hancur tak menentu.
Aku seperti orang gila yang belum sepenuhnya gila.
Saat aku sudah mulai mencintai diriku.
Sungguh, aku tidak ingin lagi ada kamu.
Cukup, lukanya, cukup!
Setelah semua perasaan sakit aku lalui.
Aku mengerti, aku memang tidak akan pernah ingin kamu kembali.
Meski sejujurnya, di hatiku selain masih ada luka, tetap saja ada cinta. Perasaan yang terlalu susah untuk habis kepadamu.
Berkali-kali aku membunuhnya, berkali lipat ia tumbuh di dada.
Hal yang akhirnya membuatku tidak ingin bertemu kamu lebih sering
lagi.
Hal yang akhirnya membuat aku
memilih menghindari apa saja yang
berkaitan dengan kamu.
Sebab, saat kamu memilih pergi waktu itu, separuh jiwaku hancur tak menentu.
Aku seperti orang gila yang belum sepenuhnya gila.
Saat aku sudah mulai mencintai diriku.
Sungguh, aku tidak ingin lagi ada kamu.
Cukup, lukanya, cukup!
Komentar
Posting Komentar